Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Showing posts with label made-in. Show all posts
Showing posts with label made-in. Show all posts

Saturday, July 10, 2010

Pengembangan Sepeda Motor Listrik Nasional

Dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi yang semakin tinggi di satu pihak, maka sudah menjadi keterharusan di pihak pengguna energi untuk melakukan upaya signifikan dalam penghematan energi dan upaya nyata pengurangan emisi karbon, sebagaimana yang di sampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan “United Nations Climate Change Conference” yang dikenal sebagai Pertemuan Copenhagen 2009 dimana para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi produksi gas emisi pada tahun 2030 mendatang. Indonesia termasuk salah satu negara yang berjanji akan mengurangi jumlah gas emisi sebanyak 26 persen pada tahun 2030 mendatang.

Inovasi teknologi energi baru dan terbarukan yang diaplikasikan pada sektor transportasi sudah menjadi kewajiban para ilmuwan, peneliti dan para rekayasa untuk mengembangkan inovasi teknologi alat-alat transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta murah dan awet pemeliharaan. Kementerian Riset dan Teknologi berupaya mendukung dan mendorong teknologi inovasi kerjasama ABG (Academician, Business dan Government) yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Bandung dengan PT Betrix Indonesia dalam mengembangkan proyek sepeda motor listrik tanpa BBM dan infrastruktur stasiun "electric re-fuelling system” pertama karya anak bangsa.

Prototype sepeda motor listrik tanpa BBM tersebut diberi merk "ABYOR" yang berarti cemerlang dengan kinerja jarak tempuh 200 km per pengisian baterei (recharging), kecepatan maksimum 40 km/jam, akselerasi 0-35 km/jam dalam 10 detik. Acara uji-coba telah dilakukan oleh tim gabungan dari Biro Litbang Polri, Dit Samapta, Ditlantas Mabes Polri di Lapangan Brigif 15 Kujang II Cimahi Jawa-Barat, yang dibuka oleh Hari Purwanto Asisten Deputi Program Unggulan dan Strategis Kementerian Riset dan Teknologi serta dihadiri Kepala Pusat Inovasi LIPI, Bambang Subiyanto, Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI, Adi Santoso, serta pejabat teras PLN serta berbagai pihak ABG lainnya yang lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Hari Purwanto meninjau dan mencoba kendaraan minibus roda empat yang bermesin full listrik hasil kerjasama pengembangan LIPI dan DIKTI, serta eksperimen pemanfaatan hidrogen generator hasil pengembangan LIPI dan PLN pada kendaraan roda empat lainnya.

Untuk kedepan, kebijakan riset dan teknologi diarahkan guna menggalang upaya nyata kerjasama konsorsium R&D yang dapat meningkatkan produktifitas R&D yang didukung berbagai pihak seperti kemampuan disain lokal serta meningkatkan kandungan lokal, sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas inovasi teknologi transportasi yang "ramah lingkungan", terjangkau dan murah dapat semakin terwujud, guna melakukan upaya nyata seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan Copenhagen tahun 2009. (ADPRUS/ humasristek)

Thursday, March 18, 2010

Mobil Super Irit UGM Ingin Saingi Prancis

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat terobosan di bidang otomotif dengan meluncurkan "Semar". Ini adalah mobil irit yang dirancang bisa menempuh jarak 1.000 kilometer dengan satu liter bensin.

Mobil itu akan ditingkatkan lagi untuk menyaingi mobil Prancis. Menurut Suhanan, rekor jarak terjauh dengan 1 liter bensin dipecahkan mahasiswa Prancis, karena dengan 1 liter bisa menempuh jarak 3.700 kilometer. Microjoule -- nama prototipenya -- mampu menempuh sekitar 3.794 kilometer per liter.

Kendaraan ini akan diikutkan dalam "Shell Eco-Marathon" (SEM) Asia 2010 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-11 Juli 2010, yang merupakan ajang pendidikan untuk memotivasi kreativitas dan inovasi mahasiswa menjawab tantangan di bidang kelangkaan energi pada masa depan dengan menciptakan kendaraan yang dapat menempuh jarak terjauh dengan BBM seminimal mungkin.

Keikutsertaan UGM Yogyakarta merupakan yang pertama kali bersama tiga perguruan tinggi lain, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) , Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di SEM Asia 2010.

Tim Semart terdiri atas 15 mahasiswa Fakultas Teknik UGM dengan koordinator Teofilus Hartono. Mereka dibimbing sejumlah dosen, antara lain, Dr Jayan Sentanuhady (mesin/prime power), Dr Alva Edy Tantowi (desain), dan Dr Suyitno (struktur).

Bentuk mobil "Semar" memang mirip kendaraan balap formula. Pengemudi duduk setengah berbaring dengan bobot tidak boleh melebihi 50 kilometer, sehingga yang bisa mengemudikan hanya perempuan, karena susah mencari pria berbobot kurang dari 50 kilogram.

Namun, efiesiensi yang dimiliki mobil itu mempunyai efek samping, karena hanya bisa berjalan maksimal dengan kecepatan 35 kilometer per jam. Artinya untuk menempuh perjalanan dari Anyer-Panarukan yang berjarak 1.000 km per liter membutuhkan waktu sekitar 30 jam. Hal ini bukan merupakan prestasi maksimal, kata Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Suhanan.

Tim menjelang lomba akan mengupayakan agar kendaraan lebih ringan, yakni tidak lebih dari 20 kilogram. "Semar" didesain menggunakan dua roda berpenggerak di belakang dan satu steering roda depan. Penggerak pemula adalah mesin 4 tak berselinder tunggal dengan kapasitas 25 cc, yang diaplikasikan dengan sistem injeksi yang bisa diprogram.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi mengatakan, pembuatan "Semar" adalah contoh rintisan terpuji dalam perjalanan mahasiswa calon pemimpin bangsa di bidangnya yang berambisi mengabdi untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

"Partisipasi di SEM Asia 2010 sesuai dengan salah satu visi dan misi UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia menuju perguruan tinggi Tri Dharma yakni kampus kerakyatan, kampus sosiokultural, dan universitas riset," katanya.

Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengatakan, SEM Asia 2010 memberikan kesempatan kepada generasi muda yang tertarik dengan teknologi, energi, dan transportasi sebagai sebuah wadah yang unik untuk menampilkan inovasi mereka.

"Kami bangga Tim Semart UGM sebagai salah satu dari sembilan tim dari Indonesia yang akan berlaga di SEM Asia 2010 sudah meluncurkan kendaraannya. Kami berharap kesembilan tim dari Indonesia, yakni UGM, ITS, UI, dan ITB dapat unjuk gigi dan berprestasi di tingkat internasional," katanya.

Ajang SEM baru pertama kali diselenggarakan di Asia. Ajang ini sudah digelar 25 tahun di Eropa dan kawasan Amerika. Even ini akan diikuti 111 tim dari 12 negara di Asia. Untuk setiap tim Indonesia, Shell mendukung dana 2.000 ribu dolar AS untuk pembuatan mobil, sedangkan akomodasi tim sebesar 2.250 dolar AS.

Mobil irit ini terbuat dari bahan ringan, yakni campuran fiber. Mobil ini juga dirancang memiliki bentuk yang mengurangi koefisien hambatan angin. Bentuknya seperti mobil balap Formula 1.

"Struktur rangka dari kendaraan `Semar` menggunakan kombinasi pelat dan profil almunium yang didesain sedemikian rupa sehingga berat dan struktur bodi tidak lebih dari 25 kilogram," kata pembimbing Tim Semart UGM, Jayan Sentanuhady, RAbu 17 Maret 2010, seusai menguji coba kendaraan itu dari University Club (UC) UGM Bulaksumur ke kawasan Malioboro Yogyakarta .

Kendaraan ini memiliki panjang total 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, dan lebar 0,88 meter yang didesain dengan tiga roda berpenggerak di roda belakang dan steering roda depan.

Sebagai penggerak permulaan digunakan mesin 4 tak bersilinder tunggal dengan kapasitas 25 cc yang mengaplikasikan sistem injeksi yang dapat diprogram. Dengan sistem itu diharapkan konsumsi bahan bakar dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan riil.

Dengan konsep itu, "Semar" dapat melaju dengan konsumsi bahan bakar seminimal mungkin, sehingga menjadi kendaraan ramah lingkungan, karena dengan jarak tempuh 1.000 km hanya mengonsumsi BBM 1 liter bensin. Ini berarti jarak tempuh antara Anyer-Panarukan hanya menghabiskan 1 liter BBM, kata Jayan.

Saturday, November 21, 2009

Mobil Listrik ITS Tak Masalah Saat Hujan

Meski mengaku belum tampil sempurna, namun tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjamin mobil listrik yang mereka ciptakan tidak akan mengalami banyak gangguan.

"Mobil ini dijamin tidak akan mengalami banyak gangguan. Bahkan saat hujan juga tidak masalah," kata Prof Ir Soebagio, MSEE, PhD, ketua tim penelitian EV-ITS G1 (Elektronic Vehicle Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Generasi 1).

Namun ia mengakui masih banyak perubahan yang harus disempurnakan pada mobil listrik kerasi anak bangsa tersebut. "Kita masih tetap memakai gearbox seperti di mobil biasa sehingga membuat kerja motor tidak maksimal," tuturnya.

Pengembangan akan dilakukan pada inverter dan motor listrik yang akan mengurangi pemakaian jumlah baterai hingga menjadi tiga buah dan berat mobil menjadi berkurang.

Saat ini, dengan 40 buah baterai, mobil tersebut bobotnya mencapai 600 kg dan hanya bisa memuat dua orang. Untuk itu sedang dilakukan upaya meringkas baterai sampai tiga buah agar bisa memuat empat hingga enam penumpang.

Urusan waktu pengisian baterai juga jadi perhatian ITS. Untuk pengisian baterai diperlukan waktu sekitar enam jam. "Kita masih memakai cairan aki biasa sehingga waktu yang diperlukan lebih lama," ungkap Ir Dedid Cahya, MT, salah satu anggota tim yang bertanggung jawab untuk urusan sistem kontrol. Namun dia mengungkapkan, pada tahap akhir saat menjadi smart car mobil ini akan mampu mengisi energi sendiri.

Selain itu, sasis mobil yang dikeluarkan adalah produksi tahun 1972. "Kita nanti ingin menggunakan sasis mobil seperti Avanza agar ruang mesin bisa lebih luas. Ke depan saat motor sudah sempurna, produksi massal sasisnya bisa didesain sendiri," tegas Dedid.

Tuesday, May 26, 2009

China Minati Esemka Digdaya


Mobil nasional buatan siswa SMK yakni Esemka ternyata mendapat respons yang sangat baik. Tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri.

Bahkan salah satu varian Esemka yang bermodel double cabin yakni Digdaya ternyata sudah diminati oleh China.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOto akhir pekan lalu.

"Rekan kerja kita dari China sudah menyatakan berminat dengan Esemka Digdaya," papar Joko.

Ketertarikan itu menurut Joko dirasa wajar, karena selain memiliki model yang cukup menawan, harga yang ditawarkan untuk Esemka digjaya pun cukup menggiurkan.

Sebab, bila varian sejenis yang di jual oleh pabrikan besar rata-rata mematok harga yang cukup mahal yakni lebih dari Rp 250 juta untuk varian double cabin mereka, tidak begitu dengan Esemka Digdaya.

Karena Joko memproyeksi harga Esemka Digdaya ini hanyalah berkisar di angka Rp 100-110 juta. "Lebih murah dibandingkan varian sejenis dari merek luar kan," ujarnya membandingkan.

SBY Senyum-senyum Lihat Esemka

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menyempatkan diri untuk melihat mobil nasional Esemka. SBY tampak sumringah melihat mobil Esemka.

Mobil-mobil Esemka dipamerkan dalam acara peringatan Hardiknas 2009 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Selasa (26/5/2009).

Dalam pantauan detikOto, SBY menunjukkan rasa bangganya, SBY pun sempat senyum-senyum melihat mobil Esemka.

Sunday, May 24, 2009

Ayo desain ulang bodi Kancil sehingga marketable

Duh riwayatmu kini kancil. Hilang ditelan berita.

Bagi produsen kancil disarankan untuk mendisain ulang bodi kancil dan interiornya sehingga market-able. User angkutan umum dan pribadi harus sama-sama digarap sehingga memberi margin yang besar kepada kelangsungan perusahaan.

Ada baiknya juga untuk mempromosi produk ini ke pelosok-pelosok daerah dan wilayah-wilayah perkotaan yang sempit dan bergang-gang. Kalau bisa beri intensif kepada setiap ketua RT/RW untuk memiliki mobil Kancil yang telah didesain ulang dan marketbale untuk memancing warganya membeli produk ini.

Bagi pemda-pemda yang membutuhkan kedaraan dengan spesifikasi kancil seharusnya terus dirangsang untuk membeli produk mobil nasional ini.

Lihat di sini selanjutnya

Saturday, May 23, 2009

Video Komodo Off Road

Arina, GEA, Tawon daro Video Detik

Lihat disini

Foto-foto Mobnas Tawon Dari Detik Oto










Lihat di sini

Esemka Bukti RI Bisa Bangun Mobnas Sendiri

Mobil nasional hasil karya siswa SMK yakni Esemka seharusnya dapat menjadi bukti bahwa Indonesia sesungguhnya mampu membuat sebuah mobil nasional sendiri.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOtO, Jumat (22/5/2009).

Digdaya 1.51 akan seharga 80 jt

Mobil berbentuk pikap ekstra kabin berwarna hitam itu diberi nama Digdaya 1.51. Mobil tersebut dibuat selama 78 hari. Biaya produksinya menghabiskan dana sekitar Rp 173 juta. "Jika diproduksi masal, mungkin biaya produksinya bisa ditekan hingga Rp 80 juta per mobil," kata Bagus Gunawan, kepala SMK Singosari di pendapa Kabupaten Malang, kemarin.

Ini dia Zhangaro buatan Malang itu

Setelah mengenal 2 jenis mobil Esemka sebelumnya yakni Digdaya dan SUV. Kita beralih ke mobil Esemka lainnya yakni Zhangaro.

Friday, May 22, 2009

Bagaimana kalau DIKNAS Merangsang SMK Penerbangan Membuat Helikopter Seperti Ini


Bagaimana kalau Diknas juga merangsang anak-anak SMK penerbangan untuk merancang helikopter, pesawat, jet latih ringan seperti gambar di atas. Applikasi ini sebenarnya sudah tersedia dalam bentuk-bentuk kit-kit yang dijual kepada anak-anak di luar negeri. Tahun depan, anak SMK penerbangan harus bisa menghasilkan produk tersebut. LIhat infonya di sini

Esemka Digdaya Car: The Senior High School Car

The new creation of Mobnas (Mobil Nasional) slowly but sure emerging. The variants of the Mobnas car are vary, such as Komodo for plantation area, Arina and GEA as micro Car and right now there is a pickup car created by senior high school special program (SMK) called Esemka Digdaya.

Esemka Digdaya is pickup double cabin car developed by SMK 1 Singosari Malang by using engine ex Timor 1,500cc. The times used to make this car was about 3 months only all worked by the student.

Proton Exora to Meet Indonesian Market by July 2009

Proton has been said to get their new Proton Exora to the Indonesian market which was estimated to be by July 2009. The time was slightly perfect since together with the yearly Jakarta Motor Show.

With the present of Proton Exora, the MPV market surely get enough competition with a whole lot variants to choose. According to the Division Head National Sales Proton Edar Indonesia, Fransisco Sirait, the one which showed in Malaysia will be not so different comparable to the one which will be for Indonesian market. For some detail, they will get Proton Exora with suitable condition for both geographic and Indonesia market.

The New Perodua MPV Coming ahead with Pictures and Based Model

The Perusahaan Otomobil Kedua Sdn Bhd (Perodua) has releasing the statement of releasing the new MPV model after the launching of Perodua Nautica on 9 May 2008. The Manager, Datuk Hafiz states that the new car will be MPV or SUV categoru but since they’d launched Perodua Natica, MPV will exactly be the next upcoming model and will be releasing this year of 2009.

Wednesday, May 20, 2009

Proton Announces Plans to Expand with Australia's Lowest Priced Car




Proton Cars has announced a revitalised assault on the Australian car market and has signalled it will launch Australia's lowest priced sedan, which it believes will be the perfect answer to the current financial climate.

In early 2010 Proton will launch Australia's lowest price sedan and is redoubling its efforts to rebuild and refresh its dealer network across the country.

The company has severed ties with almost half its existing dealers and is now recruiting new high calibre dealers to broaden the reach and service levels for Proton customers.

Friday, April 17, 2009

Proton Cari Mitra Perusahaan Asing

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak industri pembuat mobil nasional Proton bermitra dengan perusahaan asing guna menjamin kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Najib mengatakan Proton perlu mempertunjukkan citra sebuah industri pembuat mobil yang atraktif dan memproduksi kendaraan berkualitas dengan harga bersaing.

Friday, April 10, 2009

Fahmi Idris: Arina Bisa Jadi Mobnas

Menperin Fahmi Idris batal mencoba mobil asli Semarang, Arina. Namun meski begitu tak menyurutkan keyakinannya kalau mobil ini bakal jadi mobil nasional.

Saat pertemuan di Semarang, Fahmi hanya mengecek isi mobil Arina Menperin Fahmi Idris berharap mobil kecil buatan Universitas Negeri Semarang, Arina, bisa menjadi mobil nasional.

"Ya, saya berharap kita punya mobil nasional. Ini saya kira bisa," kata Fahmi saat melihat mobil Arina di Hotel Patrajasa, Jalan Sisingamangaraja Semarang, Jumat (3/4/2009).

Entah mengapa Fahmi batal mengendarai Arina, apa itu karena kesibukannya yang padat di sela-sela meninjau industri di Semarang.

Thursday, April 9, 2009

Made in Indonesia: Uji Coba Mesin GEA Memuaskan

Mesin berkapasitas 500 cc berbahan bakar Gas produksi dalam negeri inilah yang digunakan mobil GEA buatan PT INKA (Industri Kereta Api). Mesin ini sudah mempunyai izin layak pakai dari BBPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Melalui RUSNAS Engine (Riset Unggulan Strategis Nasional) mesin di teliti kelayakannya di BTMP, PUSPIPTEK, Serpong dan menunjukan hasil yang sangat memuaskan.